Sunday, February 04, 2007

Musibah terus melanda bumi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. kadang tersirat di dalam hati ini, apakah sang pencipta sudah murka kpd manusia yg hidup di bumi yg sdh tua ini? wallahualam.
Sudah banyak kejadian alam dalam waktu dekat yg telah menimpa rakyat indonesia, mulai dari tsunami, gempa bumi, kereta api jatuh ke jurang, kapal laut yg tenggelam yg masih menyisakan misteri keberadaan penumpangnya, pesawat terbang yg entah kemana sampai sekarang belum diketahui keberadaannya dan yang saat ini sedang dirasakan warga adalah banjir yg melanda hampir 70% kawasan di Jakarta.
Padahal kalau kita liat beberapa bulan yg lalu, jangankan mengharap hujan, air2 di sumur, di sungai, empang, danau dan tempat2 yg lainnya sangat susah sekali utk mendapatkan air. sekarang ketika hujan diturunkan dari langit, air sangat berlimpah sampai-sampai tidak tertampung lagi dan justru menimbulkan musibah banjir.
Coba berpikir dan renungkan sejenak, sebenarnya yg salah ini siapa?
tentunya bukan gayung lho, walaupun utk mengambil air panas, dia tetap nyebur juga hehehe.
padahal kalau indonesia khususnya Jakarta punya program tata kota yg baik dan dijalankan dengan benar, saya rasa kejadian musibah banjir ini bisa di minimalisasikan. tapi pada kenyataannya banyak pembangunan yg tidak lagi memperdulikan dampak lingkungan, mereka hanya berfikir yg penting proyek gua jalan dan dapat keuntungan yg besar.
kalau kita mau mengkoreksi kembali hal2 yg seharusnya dapat di evaluasi untuk menciptakan wilayah yang tentram sebenarnya banyak yg bisa saya gambarkan.
yang pertama pastinya pemerintahan setempat sudah harus membuat perencanaan tata kota dan mempunyai peraturan2 yg memang harus dijalani, mungkin kalau saat ini akan dilakukan pemilihan gubernur, sepertinya harus belajar game sim's city dulu ya, biar mereka dpt mempraktekannya dulu dlm permainan dan membuat sadar bahwa sesuatunya perlu perencanaan. kemudian pemerataan tempat mencari nafkah seperti pabrik, perkantoran dan bidang usaha, sehingga tidak setiap tahun jakarta dipadati kaum urban yang hanya mencari peruntungan mengadu nasib di ibu kota. kemudian penertiban rumah2 tinggal yg berada di bantaran kali, tapi kita juga harus liat vila2 yg berada di puncak, harus ditertibkan juga pak.....
aduh, ada kerjaan nih.... maksudnya mau nulis lagi utk curhat tapi to be continue deh....

Tuesday, April 18, 2006

Perlukah Mengambil Asuransi

Saya seorang bapak dengan 2 orang anak yang masih kecil, dan istri saya sama sekali tidak bekerja. Tahun lalu saya sakit berat sampai harus dirawat inap selama 2 minggu di RS. Untung saja perusahaan mengganti hampir 80% dari total biaya rawat inap, dokter dan obat-obatan. Sejak kejadian tersebut saya baru menyadari betapa lemahnya kondisi keuangan keluarga saya jika saya sakit atau bahkan meninggal. Apakah saya dan istri saya harus mengambil Asuransi Jiwa untuk mengatasi keadaan tersebut ? Perlukah mengambil Asuransi Kesehatan lagi untuk saya ?

Jawaban:
Sebagai satu-atunya sumber penghasilan keluarga saat ini, maka secara keuangan keluarga Anda sangat bergantung kepada Anda. Karena itu jika terjadi risiko kematian pada Anda, atau bila Anda mengalami sakit atau cacat secara permanen sehingga tidak bisa bekerja lagi, maka otomatis keluarga Anda akan kehilangan sumber penghasilan untuk membiayai kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu, mungkin ada baiknya bila Anda men-transfer akibat dari risiko tersebut kepada perusahaan asuransi dengan perincian sebagai berikut:
1. Ambillah Asuransi Jiwa atas nama Anda dengan istri Anda maupun anak Anda sebagai ahli warisnya. Pilihlah Asuransi Jiwa dengan UP (Uang Pertanggungan) yang besarnya cukup untuk membayar Biaya Hidup keluarga sepeninggal Anda. Jadi jika Anda meninggal dunia, istri Anda dapat mengklaim uang pertanggungan tersebut, untuk lalu ia masukkan ke dalam produk investasi seperti tabungan atau deposito sehingga diharapkan bunganya dapat membiayai kebutuhan hidup keluarga Anda dalam jangka waktu yang cukup lama, seperti - misalnya - 5 atau 10 tahun.
2. Untuk Asuransi Kesehatan yang mengganti biaya rawat inap, biaya dokter, obat-obatan dan lain-lain mungkin tidak perlu Anda ambil karena perusahaan Anda toh sudah mengganti semua biaya tersebut (kecuali kalau Anda merasa bahwa penggantian sebesar 80% masih tidak cukup). Tetapi jika keluarga Anda tidak ikut ditanggung oleh perusahaan tempat Anda bekerja, maka mungkin ada baiknya bila Anda mengambil Asuransi Kesehatan, Asuransi Penyakit Kritis dan Asuransi Kecelakaan atas nama istri dan anak Anda untuk mengantisipasi biaya-biaya yang terjadi akibat dari adanya risiko-risiko tersebut

Thursday, April 06, 2006


anakku permata hatiku
engkau adalah buah cintaku
kasih dan sayangku selalu menyertaimu
tangismu, tawamu, senyummu selalu ku rindu
anakku....
engkau belahan jiwaku
engkau pelengkap hidupku
semangatlah tuk menggapai citamu
do'aku menyertaimu